Jelaskan sifat bisnis internasional dan dalam hal apa saja mempengaruhi dalam kehidupan kita sehari-hari !
Sifat bisnis Intenasional adalah perusahaan pada
dasarnya berpusat di satu Negara akan tetapi memperoleh sebagian
besar sumber daya dan pendapatan (atau keduanya) dari negara lain.
Bisnis Internasional dapat mempengaruhi kehidupan kita
sehari-hari dari seluruh dunia. Akan tetapi tidak ada negara yang unik dalam
hal ini. Misalnya orang mengendarai Ford di Jerman, menggunakan computer Dell
di Cina, makan hamburger McDonald’s di Indonesia, dan makan coklat mars di
Inggris. Mereka meminum pepsi dan memakai celana jeans Levi strauss di Cina.
Orang jepang membeli film Kodak dan menggunakan kartu kredit American express,
orang di seluruh dunia terbang menggunakan American Airlines dengan pesawat
yang dibuat oleh Boeing. Bangunan mereka di bangun dengan mesin-mesin
Caterpillar, pabrik mereka diberi tenaga oleh mesin-mesin General Electric, dan
mereka membeli minyak Chevron.
Mengapa bisnis internasional lebih tinggi resikonya daripada bisnis dalam negeri ?
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih
banyak memiliki resiko ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan
memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksananya
transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain
tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat
beberapa resiko dalam bisnis internasional yaitu :
1.Biaya Ekspor
Keuntungan berlebih memang terjadi di sebagian pasar
internasional, namun umumnya penyebab adanya perbedaan harga antara Negara
pengekspor dan Negara pengimpor disebut dengan istilah kenaikan harga, yang
merupakan biaya tambahan yang muncul akibat mengekspor produk dari Negara yang
satu ke Negara yang lain. Lebih spesifik lagi, istilah tersebut berkaitan
dengan situasi ketika harga yang meningkat karena biaya pengiriman, asuransi,
pengepakan, tarif, saluran distribusi yang lebih panjang, margin perantara yang
lebih tinggi, pajak khusus, biaya administrasi, serta fluktuasi nilai tukar.
Mayoritas biaya-biaya tersebut meningkat sebagai akibat langsung dari
perpindahan barang melewati batasan negara dan sering kali kenaikan harga
tersebut lebih tinggi dibandingkan harga di pasar domestik.
2.Biaya, Pajak, Tarif, Administrasi
Pajak mencakup tarif, dan tarif mempengaruhi harga untuk
konsumen akhir, hal ini sering dihadapi oleh para pedagang internasional; dalam
kebanyakan kasus, konsumen mampu mengatasi keduanya. Namun kadang-kadang,
konsumen diuntungkan ketika penjualan produk perusahaan manufaktur ke
Negara-negara asing mengurangi pendapatan bersihnya agar dapat memasuki pasar
negeri. Setelah tarik ulur, pajak dan tarif harus dipertimbangkan oleh para
pebisnis internasional. Tarif adalah sejumlah biaya yang dikenal ketika barang
dibeli dari Negara lain dan masuk ke dalam negeri. Sebagai tambahan pajak
maupun tarif, sebuah varian biaya administrasi dihubungkan secara langsung pada
sebuah produk ekspor dan impor. Lisensi ekspor dan impor, dokumen lain, serta
pengaturan fisik untuk membawa produk dari pelabuhan tempat masuknya barang ke
lokasi pembeli berarti timbulnya tambahan biaya. Walaupun biaya tersebut
realtif kecil, namun mereka menambah biaya ekspor secara keseluruhan.
3.Inflasi
Di Negara-negara dengan kenaikan tingkat inflasi yang cepat
atau memiliki variasi nilai tukar yang tinggi, maka harga jual harus terkait
dengan biaya produk yang terjual dan biaya untuk mengganti jenis barang – jenis
barang produk. Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barang-barang secara
umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama terus-menerus.
Harga barang yang ada mengalami kenaikan nilai dari waktu-waktu sebelumnya dan
berlaku di mana-mana dan dalam rentang waktu yang cukup lama. Penyebaran
inflasi keseluruh dunia terjadi oleh karena adanya mekanisme perdagangan
keuangan yang saling berkaitan antara negara dunia. Inflasi dapat menyebabkan
gangguan pada stabilitas ekonomi dan mengakibatkan kenaikan harga konsumen dan
menghadapkan konsumen pada peningkatan harga terus-menerus sehingga pada
akhirnya membuat mereka tidak diperhitungkan lagi sebagai pasar. Di samping itu
inflasi juga bisa memperburuk tingkat kesejahteraan masyarakat akibat
menurunnya daya beli masyarakat secara umum karena harga-harga yang naik.
Distribusi pendapatan pun semakin buruk akibat tidak semua orang dapat
menyesuaikan diri dengan inflasi yang terjadi.
4.Deflasi
Dalam keuangan modern, deflasi didefinisikan sebagai
meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada di
masyarakat. Dalam ekonomi, deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga
secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi kebalikan dari inflasi.
Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat,
maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara
menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Deflasi
menghasilkan penurunan harga terus-menerus dan menciptakan hasil yang positif
bagi konsumen.
5.Cukai
Cukai adalah pungutan oleh negara secara tidak langsung
kepada konsumen yang menikmati/menggunakan obyek cukai. Obyek cukai pada saat
ini adalah cukai hasil tembakau(rokok, cerutu dsb), Etil Alkohol, dan Minuman
mengandung etil alkohol / Minuman keras.
6.Pabean
Pabean adalah kegiatan yang menyangkut pemungutan bea masuk
dan pajak dalam rangka impor. Ada juga bea keluar untuk ekspor, khususnya untuk
barang / komoditi tertentu . Filosofi pemungutan bea masuk adalah untuk
melindungi industri dalam negeri dari limpahan produk luar negeri yang diimpor,
dalam bahasa perdagangan sering disebut tariff barier yaitu besaran dalam
persen yang ditentukan oleh negara untuk dipungut oleh DJBC [Direktorat Jendral
Bea Cukai] pada setiap produk atau barang impor. Sedang untuk ekspor pada
umumnya pemerintah tidak memungut bea demi mendukung industri dalam negeri dan
khusus untuk ekspor pemerintah akan memberikan insentif berupa pengembalian
restitusi pajak terhadap barang yang diekspor