Jumat, 22 November 2013

(Soft Skill) Tugas 6 *Kelompok



KFC
1.Latar Belakang

Pada tahun 1930 Sanders mulai memasak ayam untuk pelancong yang beristirahat di Corbin, Kentucky. Tahun 1939 Harland Sanders menyempurnakan resep ayam original dengan 11 macam rempah dan menggunakan metode yang unik untuk mempertahankan rasa ayam. Dia mendapatkan pengharagaan “Kentucky Colonel” dari gurbernur Kentucky atas jasanya memperkaya khazanah masakan Amerika. Di tahun  50-an Colonel Sanders melakukan perjalanan keliling Amerika dan Kanada dengan mobil dari restoran ke restoran menawarkan waralaba bisnis ayamnya.
Tahun 1955 Colonel Sanders mendirikan Kentucky Fried Chiken, Inc. Tahun 1964 Colonel menjual perusahaannya kepada para investor termasuk Jack Massey dan Jhon Y Brown Jr. Tahun 1978 diadakan pembukaan KFC National Traning Center dan Pete Harman adalah pemilik waralaba pertama. Tahun 1980 Colonel Sanders meninggal pada umur 90 tahun di Kentucky State Capitol dan dikebumikan di Louisville’s Cave Hill Cemetery. Tahun 1986 KFC bergabung dengan Pepsico, Inc. Tahun 1994 secara resmi KFC membuka restoran yang ke 9000 di dunia di Shanghai, China.
PT Fastfood Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia, didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk Indonesia. Perseroan mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan  Melawai, Jakarta, dan sukses outlet ini kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke kota-kota besar lain di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan merek menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan dominan di Indonesia.

2. Tujuan

  A. Visi
Selalu menjadl merek restoran cepat saji Nomor 1 dl Indonesia dan mempertahankan kepemimplnan pasar dengan menjadl restoran yang termodern dan terfavorit dalam segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas.

  B. Misi
Memperkokoh citra merek KFC dengan strategistrategi dan ide-ide yang inovatif, meningkatkan suasana bersantap yang tak terlupakan dengan terus menerus dan konsisten memberikan produk, layanan, serta fasilitas restoran yang selalu berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah.
3.Pembahasan
  
  A. Kegiatan
Dalam mengelola seluruh restorannya KFC selalu menjaga standar CHAMPS ( cleanliness, hospitality, accuracy, maintenance, produk, speed)  yaitu kebersihan, keramahtamahan, ketepatan, perawatan, produk dan kecepatan.CHAMPS merupakan standar penting bagi semua restoran KFC. Ini berarti semua tamu yang mengunjungi restoran KFC akan mem-peroleh produk-produk bermutu, pelayanan yang ramah dan cepat dalam lingkungan yang sehat dan bersih. Semua produk yang dihasilkan oleh setiap restoran KFC harus memenuhi standar KFC dalam hal mutu bahan baku, kesegaran, penampilan dan penataan dalam penyajian. Untuk selalu menjaga kualitas produk dan pelayanan yang ramah dan cepat, KFC secara terus menerus melakukan penilaian CHAMPS terhadap restoran-restorannya. Selain penilaian yang dilakukan manajemen, perusahaan juga bekerja sama dengan konsultan independent yang mempekerjakan ” Mystery of Shoppers ” yaitu orang-orang terlatih dan profesional yang datang mengunjungi dan menikmati hidangan direstoran KFC seperti tamu-tamu biasa kemudian menilai kebersihan, keramahtamahan, ketepatan, perawatan, produk, dan kecepatan dalam melayani direstoran KFC.

  B. Proses
 Produk utama restoran KFC adalah ayam goreng dengan resep asli. Proses produksi ayam tersebut sebelum disajikan ke konsumen direstoran melewati beberapa tahapan,dimana dalam setiap tahap sangat diperhatikan kebersihan dan hygienis. Adapun tahapan produksi ayam goreng tersebut adalah sebagai berikut :
   1. Tahap Penerimaan
Ayam potong broiler bersih tanpa kepala, kaki dan isi perut yang memenuhi standard baik dalam berat, suhu maupun mutu, diterima dari pemasok di commisary perusahaan. Ayam potong broiler tersebut kemudian dimasukkan kedalam kantong khusus dimana setiap kantongnya berisi 20 potong kemudian ayam tersebut didistribusikan ke restoran KFC.
   2. Tahap Persiapan
Potongan ayam yang telah disiapkan direstoran, dicommisary akan diperiksa ulang baik suhu dan mutu, untuk kemudian dinormalkan kembali suhunya serta dibersihkan dari lemak. Setelah dilakukan breading dimana potongan ayam tersebut diberi tepung yang telah dicampur bumbu resep asli KFC.
   3. Tahap Penggorengan dan Penirisan
Potongan ayam yang telah di breading digoreng dengan peralatan khusus yang telah diprogram panasnya serta lamanya pemasakan (otomatis). Penggorengan dilakukan dengan alat tersebut agar sari alami dari bumbu asli KFC meresap sampai kedalam daging. Setelah selesai digoreng, ayam ditempatkan didalam holding canbinet, guna menjaga suhu ayam tersebut sekaligus meniriskan minyaknya sebelum dipindahkan kedalam heated untuk siap dihidangkan kepada pelanggan.

  C. Keuangan
 Perusahaan pengelola Kentucky Fried Chicken (KFC), PT Fast Food Indonesia Tbk, pada 2012 mengalami penurunan keuntungan bersih sebesar 10% padahal penjualan perusahaan naik sebesar 11%. Laba perusahaan berkode saham FAST ini membukukan laba bersih Rp 206,04 miliar, dibanding pada 2011 senilai Rp 229,05 miliar.
Padahal, seperti disebutkan dalam laporan keuangan perseroan yang disampaikan di keter-bukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (1/4), pendapatan perseroan naik menjadi Rp 3,56 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp 3,18 triliun.

Penurunan labar bersih ini disebabkan kenaikan beban pokok menjadi Rp 1,47 triliun dari beban pokok di tahun sebelumnya yang Rp 1,31 triliun. Serta beban penjualan kenaikan menjadi Rp 1,56 triliun dari beban di 2011 yang senilai Rp 1,37 triliun. Kenaikan beban penjualan membuat laba operasi turun menjadi Rp 270,55 miliar dibanding laba operasi di tahun sebelumnya yang senilai Rp 287,93 miliar.

Adapun laba sebelum pajak atau ebitda juga mengalami penurunan dengan mencapai Rp269,22 miliar di 2012 atau turun dari laba sebelum pajak tahun 2011 yang senilai Rp298,70 miliar

  D. Hasil
Sebanyak 80 responden telah mengisi kuesioner dan telah memberikan tanggapan mereka mengenai faktor yang mempengaruhi dalam memilih rumah makan cepat saji (Studi Kasus KFC). Data responden yang terkumpul dapat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut:

a) Data Jenis Kelamin Responden


Hasil kuesioner 80 responden konsumen rumah makan KFC
Jenis Kelamin
Frekuensi
Persentase(%)
Pria
54
54
Wanita
26
26
Jumlah
80
80
Sumber : Hasil Kuesioner yang diolah

Dari data tabel diatas menunjukkan bahwa pria konsumen rumah makan KFC sebanyak 54% (54 responden), sedangkan wanita konsumen rumah makan KFC sebanyak 26% (26 responden).

b) Data Pekerjaan Responden



Hasil Kuesioner 80 Responden Rumah Makan Cepat Saji KFC
Pekerjaan
Frekuensi
Persentase
Mahasiswa
12
12
Wiraswasta
8
8
PNS
10
10
Karyawan swasta
24
24
Lain-lain
16
16
Jumlah
80
80
Sumber : Hasil Kuesioner Yang Diolah

Dari data tabel yang diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari kalangan pekerja berstatus mahasiswa sebanyak 12% (12 responden), Wiraswasta 8% (8 responden), PNS 10% (10 responden), Karyawan Swasta 24% (24 responden), dan lain-lain 16% (16 responden).

4. Kesimpulan
   
     Karakteristik konsumen yang datang ke KFC rata-rata berusia 17 – 25
tahun dan berjenis kelamin perempuan. Hampir 80 persen pengunjung masih
belum menikah dengan jenis pekerjaan mahasiswa atau pelajar. Dan penghasilanper bulan antara 500.000 – 1.000.000 rupiah dengan pendidikan terakhir SLTAatau SMU.
     Proses keputusan pembelian terdiri dari beberapa tahap. Pada tahap pengenalan kebutuhan, konsumen menganggap produk KFC sebagai makanan selingan yang dimotivasi oleh sekedar melepas rasa lapar dan/atau dahaga saja, dengan intensitas kunjungan kurang dari dua kali dalam sebulan. Pada tahap pencarian informasi, media yang paling mempengaruhi dalam pembelian produk di KFC yaitu konsumen itu sendiri, begitu juga dengan sumber informasi dimanakonsumen mengetahui tentang produk KFC dan yang menjadi fokus utama apabila ada promosi adalah atribut rasa. Pada tahap evaluasi alternatif, indikator yang menjadi pertimbangan awal dalam pembelian, kualitas dan alasan memilih produk KFC adalah rasa. Pada tahap pembelian, konsumen biasanya berkunjung pada hari Sabtu atau Minggu dan itu pun tergantung situasinya. Pengaruh keluarga, teman dan penjual dalam menyarankan pembelian produk KFC adalah tidak berkomentar. Pada tahap evaluasi pasca pembelian, konsumen merasakan puas akan produk KFC dan akan kembali untuk mencobanya.

6. Referensi

Nama :    Bio Alif Utama                               (21213761)
                Khaerul Umam Rahmat Wijaya     (24213825)
                Fadli Ahmad Gusmara                   (23213053)



Dampak Positif  Dan Negatif  Dari Perusahaan Bagi Perkembangan Ekonomi Di Indonesia !  
Dampak Positif :
  1. Penciptaan lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan andil dalammengatasi pengangguran.
  2. Mengentaskan kemiskinan.
  3. Mendorong berkembangnya peluang usaha baru degan adanya spesialisasi  dan modernisasi distribusi dan nilai tambah aktifitasi produk nasional.
Dampak Negatif :
  1. Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
  2. Berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
  3. Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

Keuntungan Usaha Franchising:
  • Bagi para wiraswastawan yang ingin memulai usaha baru akan mendapatkan rencana operasi bisnis dengan arah yang jelas dari pemberi franchise.
  • Penerima franchise diberikan nasihat atau sebuah lokasi usaha yang
    telah ditetapkan.
  • Pemberi hak bisa mendapatkan manfaat dari ekspansi cepat dan luas tanpa meminjam
    atau menanggung resiko finansial penting.
  • Tiap-tiap penerimaan  hak berdasarkan volume penjualan, organisasi keseluruhan bisa mengadakan pengiklanan besar-besaran untuk memperkuat nama franchise.
  • Penerima franchise individu dapat melakukan promosi di daerah mereka sesuai dengan persetujuan yang ada.
  • Mendapatkan bantuan modal
  • Profit tinggi karena telah teruji
  • Standarisasi mutu
  • Mendapatkan bantuan manajemen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar