KFC
1.Latar
Belakang
Pada tahun
1930 Sanders mulai memasak ayam untuk pelancong yang beristirahat di Corbin,
Kentucky. Tahun 1939 Harland Sanders menyempurnakan resep ayam original dengan
11 macam rempah dan menggunakan metode yang unik untuk mempertahankan rasa
ayam. Dia mendapatkan pengharagaan “Kentucky Colonel” dari gurbernur Kentucky
atas jasanya memperkaya khazanah masakan Amerika. Di tahun 50-an Colonel
Sanders melakukan perjalanan keliling Amerika dan Kanada dengan mobil dari
restoran ke restoran menawarkan waralaba bisnis ayamnya.
Tahun 1955
Colonel Sanders mendirikan Kentucky Fried Chiken, Inc. Tahun 1964 Colonel
menjual perusahaannya kepada para investor termasuk Jack Massey dan Jhon Y
Brown Jr. Tahun 1978 diadakan pembukaan KFC National Traning Center dan Pete
Harman adalah pemilik waralaba pertama. Tahun 1980 Colonel Sanders meninggal
pada umur 90 tahun di Kentucky State Capitol dan dikebumikan di Louisville’s
Cave Hill Cemetery. Tahun 1986 KFC bergabung dengan Pepsico, Inc. Tahun 1994
secara resmi KFC membuka restoran yang ke 9000 di dunia di Shanghai, China.
PT Fastfood
Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia, didirikan oleh
Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC
untuk Indonesia. Perseroan mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan
Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta, dan sukses outlet ini kemudian
diikuti dengan pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan perluasan
area cakupan hingga ke kota-kota besar lain di Indonesia antara lain Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Keberhasilan yang terus diraih
dalam pengembangan merek menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang
dikenal luas dan dominan di Indonesia.
2. Tujuan
A. Visi
Selalu
menjadl merek restoran cepat saji Nomor 1 dl Indonesia dan mempertahankan
kepemimplnan pasar dengan menjadl restoran yang termodern dan terfavorit dalam
segi produk, harga, pelayanan, dan fasilitas.
B. Misi
Memperkokoh citra merek KFC dengan
strategistrategi dan ide-ide yang inovatif, meningkatkan suasana bersantap yang
tak terlupakan dengan terus menerus dan konsisten memberikan produk, layanan,
serta fasilitas restoran yang selalu berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera
konsumen yang terus berubah.
3.Pembahasan
A. Kegiatan
Dalam
mengelola seluruh restorannya KFC selalu menjaga standar CHAMPS ( cleanliness,
hospitality, accuracy, maintenance, produk, speed) yaitu kebersihan, keramahtamahan, ketepatan,
perawatan, produk dan kecepatan.CHAMPS merupakan standar penting bagi semua
restoran KFC. Ini berarti semua tamu yang mengunjungi restoran KFC akan mem-peroleh
produk-produk bermutu, pelayanan yang ramah dan cepat dalam lingkungan yang sehat
dan bersih. Semua produk yang dihasilkan oleh setiap restoran KFC harus memenuhi
standar KFC dalam hal mutu bahan baku, kesegaran, penampilan dan penataan dalam
penyajian. Untuk selalu menjaga kualitas produk dan pelayanan yang ramah dan cepat,
KFC secara terus menerus melakukan penilaian CHAMPS terhadap
restoran-restorannya. Selain penilaian yang dilakukan manajemen, perusahaan
juga bekerja sama dengan konsultan independent yang mempekerjakan ” Mystery of
Shoppers ” yaitu orang-orang terlatih dan profesional yang datang mengunjungi
dan menikmati hidangan direstoran KFC seperti tamu-tamu biasa kemudian menilai
kebersihan, keramahtamahan, ketepatan, perawatan, produk, dan kecepatan dalam
melayani direstoran KFC.
B. Proses
Produk utama restoran KFC adalah ayam goreng dengan
resep asli. Proses produksi ayam tersebut sebelum disajikan ke konsumen direstoran
melewati beberapa tahapan,dimana dalam setiap tahap sangat diperhatikan
kebersihan dan hygienis. Adapun tahapan produksi ayam goreng tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Tahap Penerimaan
Ayam potong broiler bersih tanpa kepala, kaki dan isi perut
yang memenuhi standard baik dalam berat, suhu maupun mutu, diterima dari
pemasok di commisary perusahaan. Ayam potong broiler tersebut kemudian
dimasukkan kedalam kantong khusus dimana setiap kantongnya berisi 20 potong
kemudian ayam tersebut didistribusikan ke restoran KFC.
2. Tahap Persiapan
Potongan ayam yang telah disiapkan direstoran,
dicommisary akan diperiksa ulang baik suhu dan mutu, untuk kemudian dinormalkan
kembali suhunya serta dibersihkan dari lemak. Setelah dilakukan breading dimana
potongan ayam tersebut diberi tepung yang telah dicampur bumbu resep asli KFC.
3. Tahap Penggorengan dan Penirisan
Potongan ayam yang telah di breading digoreng dengan
peralatan khusus yang telah diprogram panasnya serta lamanya pemasakan
(otomatis). Penggorengan dilakukan dengan alat tersebut agar sari alami dari
bumbu asli KFC meresap sampai kedalam daging. Setelah selesai digoreng, ayam
ditempatkan didalam holding canbinet, guna menjaga suhu ayam tersebut sekaligus meniriskan
minyaknya sebelum dipindahkan kedalam heated untuk siap dihidangkan kepada
pelanggan.
C. Keuangan
Perusahaan pengelola
Kentucky Fried Chicken (KFC), PT Fast Food Indonesia Tbk, pada 2012 mengalami
penurunan keuntungan bersih sebesar 10% padahal penjualan perusahaan naik
sebesar 11%. Laba perusahaan berkode saham FAST ini membukukan laba bersih Rp
206,04 miliar, dibanding pada 2011 senilai Rp 229,05 miliar.
Padahal, seperti
disebutkan dalam laporan keuangan perseroan yang disampaikan di keter-bukaan
Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (1/4), pendapatan perseroan naik menjadi Rp
3,56 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp 3,18 triliun.
Penurunan labar bersih ini disebabkan kenaikan beban pokok menjadi Rp 1,47 triliun dari beban pokok di tahun sebelumnya yang Rp 1,31 triliun. Serta beban penjualan kenaikan menjadi Rp 1,56 triliun dari beban di 2011 yang senilai Rp 1,37 triliun. Kenaikan beban penjualan membuat laba operasi turun menjadi Rp 270,55 miliar dibanding laba operasi di tahun sebelumnya yang senilai Rp 287,93 miliar.
Adapun laba sebelum pajak atau ebitda juga mengalami penurunan dengan mencapai Rp269,22 miliar di 2012 atau turun dari laba sebelum pajak tahun 2011 yang senilai Rp298,70 miliar
Penurunan labar bersih ini disebabkan kenaikan beban pokok menjadi Rp 1,47 triliun dari beban pokok di tahun sebelumnya yang Rp 1,31 triliun. Serta beban penjualan kenaikan menjadi Rp 1,56 triliun dari beban di 2011 yang senilai Rp 1,37 triliun. Kenaikan beban penjualan membuat laba operasi turun menjadi Rp 270,55 miliar dibanding laba operasi di tahun sebelumnya yang senilai Rp 287,93 miliar.
Adapun laba sebelum pajak atau ebitda juga mengalami penurunan dengan mencapai Rp269,22 miliar di 2012 atau turun dari laba sebelum pajak tahun 2011 yang senilai Rp298,70 miliar
D. Hasil
Sebanyak 80 responden telah mengisi kuesioner dan telah memberikan
tanggapan mereka mengenai faktor yang mempengaruhi dalam memilih rumah makan
cepat saji (Studi Kasus KFC). Data responden yang terkumpul dapat dikelompokkan
berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut:
a) Data Jenis Kelamin Responden
Hasil kuesioner 80 responden konsumen rumah makan KFC
|
Jenis Kelamin
|
Frekuensi
|
Persentase(%)
|
|
Pria
|
54
|
54
|
|
Wanita
|
26
|
26
|
|
Jumlah
|
80
|
80
|
Sumber :
Hasil Kuesioner yang diolah
Dari data tabel diatas menunjukkan bahwa pria konsumen rumah makan KFC sebanyak 54% (54 responden), sedangkan wanita konsumen rumah makan KFC sebanyak 26% (26 responden).
b) Data Pekerjaan Responden
Hasil Kuesioner 80 Responden Rumah Makan Cepat Saji KFC
|
Pekerjaan
|
Frekuensi
|
Persentase
|
|
Mahasiswa
|
12
|
12
|
|
Wiraswasta
|
8
|
8
|
|
PNS
|
10
|
10
|
|
Karyawan swasta
|
24
|
24
|
|
Lain-lain
|
16
|
16
|
|
Jumlah
|
80
|
80
|
Sumber :
Hasil Kuesioner Yang Diolah
Dari data tabel yang diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari kalangan pekerja berstatus mahasiswa sebanyak 12% (12 responden), Wiraswasta 8% (8 responden), PNS 10% (10 responden), Karyawan Swasta 24% (24 responden), dan lain-lain 16% (16 responden).
4. Kesimpulan
Karakteristik konsumen yang datang ke KFC
rata-rata berusia 17 – 25
tahun
dan berjenis kelamin perempuan. Hampir 80 persen pengunjung masih
belum
menikah dengan jenis pekerjaan mahasiswa atau pelajar. Dan penghasilanper bulan
antara 500.000 – 1.000.000 rupiah dengan pendidikan terakhir SLTAatau SMU.
Proses keputusan pembelian terdiri dari
beberapa tahap. Pada tahap pengenalan
kebutuhan, konsumen menganggap produk KFC sebagai makanan selingan
yang dimotivasi oleh sekedar melepas rasa lapar dan/atau dahaga saja, dengan
intensitas kunjungan kurang dari dua kali dalam sebulan. Pada tahap pencarian
informasi, media yang paling mempengaruhi dalam pembelian produk di KFC yaitu
konsumen itu sendiri, begitu juga dengan sumber informasi dimanakonsumen
mengetahui tentang produk KFC dan yang menjadi fokus utama apabila ada promosi
adalah atribut rasa. Pada tahap evaluasi alternatif, indikator yang menjadi
pertimbangan awal dalam pembelian, kualitas dan alasan memilih produk KFC
adalah rasa. Pada tahap pembelian, konsumen biasanya berkunjung pada hari Sabtu
atau Minggu dan itu pun tergantung situasinya. Pengaruh keluarga, teman dan
penjual dalam menyarankan pembelian produk KFC adalah tidak berkomentar. Pada
tahap evaluasi pasca pembelian, konsumen merasakan puas akan produk KFC dan
akan kembali untuk mencobanya.
6. Referensi
Nama : Bio Alif Utama (21213761)
Khaerul Umam
Rahmat Wijaya (24213825)
Fadli Ahmad Gusmara (23213053)
Dampak Positif Dan Negatif Dari Perusahaan Bagi Perkembangan Ekonomi Di
Indonesia !
Dampak
Positif :
- Penciptaan lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan andil dalammengatasi pengangguran.
- Mengentaskan kemiskinan.
- Mendorong berkembangnya peluang usaha baru degan adanya spesialisasi dan modernisasi distribusi dan nilai tambah aktifitasi produk nasional.
Dampak Negatif :
- Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
- Berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
- Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
Keuntungan Usaha Franchising:
- Bagi para wiraswastawan yang ingin memulai usaha baru akan mendapatkan rencana operasi bisnis dengan arah yang jelas dari pemberi franchise.
- Penerima franchise diberikan nasihat
atau sebuah lokasi usaha yang
telah ditetapkan. - Pemberi hak bisa mendapatkan manfaat
dari ekspansi cepat dan luas tanpa meminjam
atau menanggung resiko finansial penting. - Tiap-tiap penerimaan hak berdasarkan volume penjualan, organisasi keseluruhan bisa mengadakan pengiklanan besar-besaran untuk memperkuat nama franchise.
- Penerima franchise individu dapat melakukan promosi di daerah mereka sesuai dengan persetujuan yang ada.
- Mendapatkan bantuan modal
- Profit tinggi karena telah teruji
- Standarisasi mutu
- Mendapatkan bantuan manajemen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar