Kamis, 29 Oktober 2015

Bahasa Indonesia 2 (Soft Skill)

   Telaga Warna
  Kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan ke Telaga Warna yang terletak di Kawasan Puncak,Bogor,Jawa Barat.Objek wisata ini berada di dekat perkebunan Teh PTP VII Gunung Mas. Dilatar belakangi persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan panorama alam yang sudah ada. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan taman wisata pada tahun 1972, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua - Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang. Kawasan taman wisata telaga warna ini menawarkan panorama alam yang masih asri, terletak di pinggir sebuah telaga, sehingga wistawan bisa menikmati pemandangan dan mengelilingi danau menggunakan perahu atau rakit. Selain itu, dapat juga melakukan kegiatan rekreasi keluarga sambil bersepeda air.
Keistimewaan lainnya, di tempat ini dapat dijumpai beberapa jenis flora asli hutan tropika pegunungan, seperti Puspa dan Kihiur serta beberapa tanaman tingkat rendah, antara lain Paku Tiang, Rame, dan Rotan.Wisatawan juga bisa menemui beberapa jenis fauna liar, seperti hewan mamalia, primata, aves, dan reptilia. Kemudian jenis primata yang dilindungi di objek wisata Telaga Warna ialah kera abu-abu, surili , dan lutung
      Awal dari perjalanan ini sebelumnya tidak direncanakan. Ini terjadi secara singkat dan mendadak saja. Saya pun baru diberitahu tentang perjalanan ini saat pulang praktikum di kampus. Kami berangkat dari kampus sekitar jam 19:30 dan sampai di Puncak sekitar jam 23:00. Sampai disana kami segera mencari penginapan, karena kebetulan juga cuaca sedang turun hujan. Setelah mendapat penginapan karena sudah larut kami pun segera istirahat. Pagi harinya kami pun berangkat untuk pergi ke Telaga Warna. Sampai di Telaga Warna seperti orang pada umumnya sibuk mengambil foto. Disana juga ada kera yang dibiarkan berkeliaran untuk menghibur para pengunjung. Setelah puas berjalan-jalan disana kami pun mencari makan dan segera pulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar